Belgia adalah negara yang tidak punya bahasa asli a.k.a gak ada tuh yang namanya bahasa Belgia... Tapi uniknya negara ini punya 3 bahasa resmi nasional: Bahasa Belanda (banyak dipakai di wilayah Belgia bagian utara), Bahasa Perancis (banyak dipakai di wilayah Belgia bagian selatan, dan Bahasa Jerman (digunakan oleh sebagian kecil penduduk di wilayah Belgia bagian timur)... Alhamdulillah pada umumnya orang Belgia bisa Bahasa Inggris... Jadi gak susah-susah amat kalau lagi kesasar di jalan dan perlu tanya orang lewat...
Kota tempatku tinggal--Leuven--ada di wilayah yang berbahasa Belanda... Jadi, kebanyakan tulisan di tempat-tempat umum menggunakan bahasa Belanda. Serasa buta huruf lah di sini... Habis gak ngerti artinya... Jadinya cuma bisa nebak-nebak aja...
(Sebel sama mas Yudha... tadinya waktu mau berangkat ke sini aku sempat kepikiran mau beli kamus bahasa Belanda... cuma sama Mas dibilang lebay...'ngapain sih pakai beli kamus bahasa Belanda segala, ngeberat2in, belum tentu dipakai... hhhhh... sekarang jadinya bentar-bentar kalau penasaran sama arti suatu kata atau kalimat--karena kupikir itu penting untuk diketahui--harus kufoto dulu itu tulisan, terus buka laptop...log in internet... ketik tulisan yang ingin kuketahui.. terus ditranslate pake google... walaupun google bukan the best translator... tapi ya lumayan lah so far...)
Ngomong-ngomong cukup aneh juga sih Indonesia sebagai negara yang pernah dijajah Belanda selama 350 tahun... nyatanya bahasa Belanda tidak populer digunakan di Indonesia... Lain halnya negara2 jajahan Inggris macam Malaysia... pada umumnya penduduknya jago berbahasa Inggris pula... Eits, tapi siapa bilang bahasa Belanda tidak populer di Indonesia...?? Banyak juga lho, beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang ternyata asalnya dari bahasa Belanda, contohnya:
- gratis --> untuk sesuatu yang tidak perlu dibayar
- korting --> potongan harga
- oom --> paman alias pak lek
- tante --> bibi alias bu lek
- lem --> perekat itu lho... cuma tulisan dalam bahasa Belanda-nya 'lijm'
- kamar --> ya kamar alias room
- kantor pos --> bahasa Belanda-nya postkantoor
- insinyur --> tulisannya ingenieur, tapi sama cara bacanya
- sepur --> tulisannya spoor, tapi di sini maksudnya jalur kereta api
- karton --> yang termasuk karton di sini kertas dus
- dan banyak lagi.... gak keitung lah..
Jadi, kalau sewaktu-waktu ngomong sama orang sini pakai bahasa Inggris dan mereka nggak ngerti juga, entah merekanya yang gak ngerti bahasa Inggris, atau logat kita yang asing di telinga mereka... coba aja sebut pakai bahasa Indonesia... barangkali mereka malah ngerti (kalau gak tambah bingung..?? :)) Misalnya nih... suatu hari aku mau nanya posisi kantor pos di sekitar situ ke kakek-kakek tua yang kutemui di pinggir jalan... Kutanyalah pakai bahasa Inggris... Eh tu kakek ko kayaknya gak mudeng... apa logatku aneh ya... kuulang lagi... eh masih gak mudeng juga... akhirnya kusebut aja...'kantor pos'...eh malah mudeng dia... alhamdulillah...eh tapi sama aja bohong deng... wong ternyata dia gak tau juga letak kantor pos sekitar situ..
Lain waktu di museum Coklat di Brugge...
Berhubung untuk melihat-lihat di museum itu ada alurnya... dalam arti gak boleh sembarangan lihat loncat-loncat ke sana kemari sesuka hati... tapi mesti ada urutannya... supaya kita ngerti prosesnya.. baguslah... tapiii ternyata pengunjung museum Coklat cukup banyak hari itu... dan museum itu bukanlah tempat yang cukup besar... jadilah mesti nunggu orang di depan kita jalan kalau kita mau maju... sialnya... kadang orang2 menghabiskan banyak waktu untuk melihat-lihat di suatu tempat... gak sabar dong aku... akhirnya kubilang lah ke temanku...
Aku (A) : "Eh Mer, maju dong..."
Merry (M) : "Masih ada orang berhenti.."
A : "Ya numpang lewat dong..."
M : "Gak enak ah..."
A : "Bilang aja 'permisi'..."
Ups. Tiba-tiba itu bule yang menghalangi jalan kami ko ngeliatin aku... Terus dia mundur mepet ke tembok...
M : *bisik-bisik* "Eh permisi itu juga bahasa Belanda tau, makanya dia ngerti..."
A : "Ooo..." *bengong* "Permisi, Mevrouw..."
Hidup itu seperti pelangi.. merah ceria dan menarik laksana bunga mawar.. jingga seromantis langit senja.. kuning selembut dan sehangat cahaya mentari pagi.. hijau yang damai dan meneduhkan bagai pohon yang rimbun... biru secerah langit di angkasa.. dan ungu seindah anggrek di halaman depan rumah.. Menyenangkan! :)
Monday, 4 October 2010
Satu Sama
Pada suatu tengah malam di bandara internasional di Abu Dhabi...
Seseorang (S) : "Mbak, Indonesia ya?"
Aku (A) : "Iya."
S : "Eh ini tempat transit untuk yang mau ke Brussel kan?"
A : "Iya."
S : "Okey, makasih."
Sama-sama diam sesaat.
S : "Btw, Mbak ke Brussel mau ngapain?"
A : "Sekolah."
S : "Ooo... Biaya sendiri atau dapat beasiswa?"
A : "Dapat beasiswa."
S : "Mbak anak ITB ya??"
A : "Bukan... Emang kenapa?"
S : "Oo bukan ya... Habis biasanya kalau yang dapat beasiswa PASTI anak ITB."
A : "Oh ya?"
S : "Iya. Emang Mbak lulusan mana?"
A : "Unika Soegijapranata Semarang."
S : *mengernyitkan dahi* "Belum pernah dengar."
A : "Oh ya." *tersenyum kecut*
Kembali diam sesaat.
Entah bagaimana mulainya, pembicaraan kembali bergulir...
......
S : "Jadi dulu itu aku pernah tinggal di London."
A : "Ooo...." *siapa yang tanya*
S : "Aku juga lahir di sana."
A : "Ooo...." *siapa yang tanya*
S : "Waktu itu papaku lagi kuliah di Cambridge."
A : "Ooo..." *siapa yang tanya* "Berapa lama tinggal di London?"
S : "Hmmm ya lumayan sekitar satu tahun."
A : "Ooo..." *satu tahun?????* "CUMA SATU tahun... Gak ingat apa-apa dong?!"
S : "Ya gak terlalu sih... tapi aku masih ingat beberapa tempat..."
A : ?????????
Please dehhh... Manusia paling jenius pun tidak ada yang bisa mengingat apa yang terjadi pada dirinya ketika masih berusia 1 tahun...!
Seseorang (S) : "Mbak, Indonesia ya?"
Aku (A) : "Iya."
S : "Eh ini tempat transit untuk yang mau ke Brussel kan?"
A : "Iya."
S : "Okey, makasih."
Sama-sama diam sesaat.
S : "Btw, Mbak ke Brussel mau ngapain?"
A : "Sekolah."
S : "Ooo... Biaya sendiri atau dapat beasiswa?"
A : "Dapat beasiswa."
S : "Mbak anak ITB ya??"
A : "Bukan... Emang kenapa?"
S : "Oo bukan ya... Habis biasanya kalau yang dapat beasiswa PASTI anak ITB."
A : "Oh ya?"
S : "Iya. Emang Mbak lulusan mana?"
A : "Unika Soegijapranata Semarang."
S : *mengernyitkan dahi* "Belum pernah dengar."
A : "Oh ya." *tersenyum kecut*
Kembali diam sesaat.
Entah bagaimana mulainya, pembicaraan kembali bergulir...
......
S : "Jadi dulu itu aku pernah tinggal di London."
A : "Ooo...." *siapa yang tanya*
S : "Aku juga lahir di sana."
A : "Ooo...." *siapa yang tanya*
S : "Waktu itu papaku lagi kuliah di Cambridge."
A : "Ooo..." *siapa yang tanya* "Berapa lama tinggal di London?"
S : "Hmmm ya lumayan sekitar satu tahun."
A : "Ooo..." *satu tahun?????* "CUMA SATU tahun... Gak ingat apa-apa dong?!"
S : "Ya gak terlalu sih... tapi aku masih ingat beberapa tempat..."
A : ?????????
Please dehhh... Manusia paling jenius pun tidak ada yang bisa mengingat apa yang terjadi pada dirinya ketika masih berusia 1 tahun...!
Sunday, 3 October 2010
Menghirup Udara Segar di Belgia
(Seharusnya ditulis sebelum post sebelumnya..)
Ya, akhirnya sampai juga aku di Belgia, setelah sebelumnya berhasil mendapatkan beasiswa VLIR. Senang, iya. Sedih, iya. Bingung, iya. Oke, tapi sudah lah... Sekarang kan aku sudah di sini... Dijalani saja... Just go with the flow...
Btw, begitu menyentuh tanah Belgia... gak sadar jadi senyum-senyum sendiri... bukannya apa-apa... kadang gak percaya... aku bisa sampai sini juga, yang tadinya cuma ada di angan-angan... sampai bengong, seperti orang kampung datang ke Jakarta... oooo begini ini toh Belgia... *norak mode on*
Dari bandara kan langsung menuju stasiun bawah tanah... udaranya masih hangat... tapi begitu sampai Leuven, keluar dari stasiun, terasa bener dah hawa Belgia-nya... dingin... menusuk tulang... jauh lebih dingin dari Bandung... Lha aku kan sebagai mantan gadis pantura...bertahun-tahun tinggal di kota pinggir pantai utara... mana lah tahan dengan hawa dingin begini... ampun deh... ( yang ternyata makin hari, makin dingin, makin susah kalau mau tidur... lha jadi harus pakai pakaian berangkap-rangkap... pake kaos kaki, pakai sarung tangan dobel, pakai jaket yang paling tebel yang aku bawa, padahal rencananya itu jaket buat musim salju... huhuhuuuu)
Kata orang-orang sini, segini ini paling sekitar 10 derajat celcius... belum apa-apa dibandingkan winter nanti yang konon bisa sampai minus 15 derajat celcius...! what???!!! Tidak terbayangkan bagaimana menderitanya aku nanti :(( semoga otakku tidak membeku *hopefully*
Di balik dingin yang menusuk, segaaaarrrr pastinya udaranya... puas deh bernapas di sini... udaranya bener-bener bersih rasanya... sampai-sampai... kalau aku (maaf nih) ngupil jadi ada yang janggal... kenapa janggal...?? ya karena ga ada upilnya... kalaupun ada ya keciiiiiillll banget... dan itu pun setelah beberapa hari sekali kutemukan... kok bisa ya?? hmmm mungkin ini efek udara yang bersih... saking bersihnya ya terbukti dengan tidak adanya kotoran yang nyangkut di langit-langit lubang hidungku... padahal kalau di Indonesia nih... tiap beberapa jam sekali aja... adaaaa aja kotoran yang kutemukan... gede-gede pula... :)) (kalau ini mah lebay deng)... mas yudha aja seriiiiiing banget komentar, 'iki bocah kerjaannya ko ngupiiilll ae... hihihi... padahal itu gerakan refleks lho saking seringnya kulakukan, sampai-sampai kadang aku ga sadar kalau telunjukku sudah asyik ngebor di lubang hidung... :))
Sekarang, mumpung di Belgia... tarik napas dalam-dalam ah sepuasnya... :)
Ya, akhirnya sampai juga aku di Belgia, setelah sebelumnya berhasil mendapatkan beasiswa VLIR. Senang, iya. Sedih, iya. Bingung, iya. Oke, tapi sudah lah... Sekarang kan aku sudah di sini... Dijalani saja... Just go with the flow...
Btw, begitu menyentuh tanah Belgia... gak sadar jadi senyum-senyum sendiri... bukannya apa-apa... kadang gak percaya... aku bisa sampai sini juga, yang tadinya cuma ada di angan-angan... sampai bengong, seperti orang kampung datang ke Jakarta... oooo begini ini toh Belgia... *norak mode on*
Dari bandara kan langsung menuju stasiun bawah tanah... udaranya masih hangat... tapi begitu sampai Leuven, keluar dari stasiun, terasa bener dah hawa Belgia-nya... dingin... menusuk tulang... jauh lebih dingin dari Bandung... Lha aku kan sebagai mantan gadis pantura...bertahun-tahun tinggal di kota pinggir pantai utara... mana lah tahan dengan hawa dingin begini... ampun deh... ( yang ternyata makin hari, makin dingin, makin susah kalau mau tidur... lha jadi harus pakai pakaian berangkap-rangkap... pake kaos kaki, pakai sarung tangan dobel, pakai jaket yang paling tebel yang aku bawa, padahal rencananya itu jaket buat musim salju... huhuhuuuu)
Kata orang-orang sini, segini ini paling sekitar 10 derajat celcius... belum apa-apa dibandingkan winter nanti yang konon bisa sampai minus 15 derajat celcius...! what???!!! Tidak terbayangkan bagaimana menderitanya aku nanti :(( semoga otakku tidak membeku *hopefully*
Di balik dingin yang menusuk, segaaaarrrr pastinya udaranya... puas deh bernapas di sini... udaranya bener-bener bersih rasanya... sampai-sampai... kalau aku (maaf nih) ngupil jadi ada yang janggal... kenapa janggal...?? ya karena ga ada upilnya... kalaupun ada ya keciiiiiillll banget... dan itu pun setelah beberapa hari sekali kutemukan... kok bisa ya?? hmmm mungkin ini efek udara yang bersih... saking bersihnya ya terbukti dengan tidak adanya kotoran yang nyangkut di langit-langit lubang hidungku... padahal kalau di Indonesia nih... tiap beberapa jam sekali aja... adaaaa aja kotoran yang kutemukan... gede-gede pula... :)) (kalau ini mah lebay deng)... mas yudha aja seriiiiiing banget komentar, 'iki bocah kerjaannya ko ngupiiilll ae... hihihi... padahal itu gerakan refleks lho saking seringnya kulakukan, sampai-sampai kadang aku ga sadar kalau telunjukku sudah asyik ngebor di lubang hidung... :))
Sekarang, mumpung di Belgia... tarik napas dalam-dalam ah sepuasnya... :)
Saturday, 25 September 2010
Lagi Kangen Saskia
Punya anak ternyata hal yang menakjubkan... Luar biasa... Mengikuti perkembangannya... melihat gerak geriknya, ekspresi wajahnya... hari demi hari... mendengar tangisannya, suara ocehan dan tawa yang keluar dari mulutnya.... *speechless*
Membayangkan bahwa aku akan melewatkan begitu banyak masa awal pertumbuhannya... hingga usia sekitar 2 tahun... hhhhh... *speechless*... apalagi ini anak pertama... Tapi hidup adalah pilihan... dan tidak selalu semua keinginan bisa dijalani bersamaan... setelah menimbang, memikir baik buruknya, dan berdoa... (mengingat menuntut ilmu juga suatu hal yang baik menurut Islam, bahkan ada haditsnya: 'tuntutlah ilmu sampai ke negeri China', dan Allah juga akan meninggikan derajat orang yang berilmu...) kemudian aku memutuskan, inilah saat yang terbaik untuk sekolah... (ke luar negeri).
Karena aku masih muda, ada kesempatan mendapat beasiswa, dan mumpung Saskia masih bayi... pastinya dia tidak akan ingat apa-apa soal ini... saat aku kembali kan usianya sudah 2 tahunan... hmmm siapa sih manusia yang bisa mengingat masa kecilnya ketika masih berusia <2 tahun...? Lain lagi kalau sudah >2 tahun, di mana dia sudah tau, bisa mengingat dan sangat lengket denganku... pastinya lebih berat untuknya dan untukku juga... (bayangkan ketika dia menangis saat mengantarku ke bandara dan memanggil-manggil 'Mamaaaaaa..' dan kemudian dia akan menganggapku jahat karena meninggalkannya...).
Jauh dari Saskia membuatku jadi mengingat masa-masa ketika bersama dulu...
Ketika hamil Saskia... Kupikir2 Saskia tangguh juga... Well, dengan status kehamilan placenta previa dari awal, di mana dalam banyak kasus biasanya sering terjadi pendarahan pada sang ibu, sehingga harus dijaga betul-betul karena kalau hamil muda rawan keguguran, sementara kalau sudah hamil tua rawan lahir prematur.., (jadi biasanya untuk kasus ini disuruh bedrest...). Bayangkan saja, sampai usia kehamilan 4 bulan aku masih jalan ke lapangan (lapangan di sini maksudnya lokasi proyek, di mana jalan menuju ke sana biasanya gak mulus, kadang mblusuk2 ke desa)... selama hamil juga masih sering mbonceng motor ke tengah kota Bandung... 1x jalan-jalan ke Ciwidey... 3x tes TOEFL di ITB... (alhamdulillah yang terakhir tembus...), ikut Papa Saskia seminar ke ITS naik KA di usia kehamilan 6 bulan...naik turun tangga di ITB (ikut tes TPA Bappenas) di usia kehamilan hampir 8 bulan... naik KA ke Semarang di usia kehamilan 8,5 bulan...naik turun tangga di Undip (ikut tes TOEFL Bappenas) di usia kehamilan masuk 9 bulan...
Selama hamil, ya 2 bulan pertama sempat mengalami morning sickness... tapi gak mengurangi nafsu makanku sama sekali... malah tambah lahap... alhasil berat badan naik sampai 19,5 kg... hohohooo... bolak balik beli baju hamil jadinya... pendarahan cuma terjadi 1x, itu pun cuma bercak darah sedikiiiiiiiiiiiiiiittt sekali... ingat banget gerakan-gerakannya yang sangat aktif di perutku... sampai bentuk perutku jadi mencang mencong, hehe.. Waktu itu cuma bisa nebak-nebak, 'ini apanya Saskia yaaa...'. Saat yang paling menyenangkan dan ditunggu-tunggu ketika itu adalah saat periksa di dokter kandungan... melihat perkembangannya di layar USG... hmmm...
Ketika Saskia lahir... *speechless lagi* tidak tergambarkan lah gimana senangnya... It's very amazing... Walaupun bekas jahitan sakit... sejuk rasanya ketika melihat wajah mungilnya yang begitu damai...
Walaupun di kemudian hari sempat mengalami yang namanya sindrom baby blues, di mana badan ini rasanya capek, letih, lelah, kurang tidur... jadi sensitif lah pokoknya... gampang sedih, gampang nangis... ternyata merawat bayi yang baru lahir itu tidak mudah... sebentar-sebentar pipis... pup nya juga banyak dan bisa 5-10 kali sehari... sebentar-sebentar menyusui... (perih dan sakitnya itu lho di awal-awal... sampai teriak n nangis aku.. :P)... meras susu ke botol... belum cuciannya yang banyaaaak banget... bayi baru lahir kan masih ribet pakaiannya: gurita, popok, baju, celana, bedong... juga alasnya) sekali buang air ya ganti semualah itu... Mana waktu itu belum ada pembantu... Acara mandinya juga ribet... mandiinnya ga kalah ribetnya... mesti berdua mama... aku yang megangin, mama yang mbilasin... Mana Papa Saskia ada di luar kota n pulang seminggu sekali... Huuuuuu... ... seringkali mandi n makanku sampai telat...1 hari 24 jam rasanya gak cukup... belum lagi masih harus perawatan tubuh usai melahirkan yang ga kalah ribet... minum puluhan butir jamu setiap hari... pakai tapel... terus apa tuh yang ditempel di dahi, lupa namanya...pheeew... Belum lagi mesti bangun malam n begadang...
Ingat juga waktu dibawa ke Bandung... bawaannya makhluk mungil ini ternyata super heboh... hehehe... alhamdulillah Saskia kuat dibawa jalan jauh di usia 1,5 bulan... And we have spend good time together there... Dulu sih rasanya ribet... tapi aku sangat menikmatinya... tidur desak2an (1 tempat tidur ukuran nomer 2, bertiga)... Saskia doang yang gak kesempitan... lha dia pakai tempat tidur berkelambu... terus, jalan2 pagi keliling sekitar rumah... ingat juga waktu habis suntik DPT yang bikin badannya jadi panas itu... wah, tidak pernah kudengar Saskia nangis sekeras dan selama itu sebelumnya... Sediiiiihhh banget rasanya mendengar tangisannya yang menyayat hati... (www.lebay.com)... Di Bandung lah aku dengar suara ocehannya untuk pertama kali... Tiap pagi Saskia senang dengar lagu anak-anak dari odong-odong...
Tidak terasa waktu cepat berlalu... baru 1,5 bulan di Bandung, Saskia diboyong lagi ke Semarang...
Sebel banget harus sibuk mondar mandir Semarang-Bandung-Jakarta untuk urus ini itu keperluan buat berangkat sekolah... Seandainyaaaa tau bahwa dokumen ini tidak terpakai, benda itu bisa dibeli di Belgia, dsb... mending menghabiskan lebih banyak waktu untuk Saskia... Padahal Saskia lagi lucu-lucunya... Banyak ngoceh, sering ketawa.. Banyak gerak... Ngeces... hehehe.
Sedih harus menyetop secara paksa Saskia dari minum ASI, padahal ASI-ku masih keluar...Sedih juga nantinya bukan aku yang akan menyuapi makanan pertamanya... Feel guilty tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anakku...
Saskia, maafin Mama ya, tidak bisa menemanimu tumbuh berkembang dan merawatmu untuk sementara waktu... Walaupun Mama jauh di mata, Saskia tetap dekat di hati Mama...Mama ingin punya bekal yang lebih baik untuk mendidikmu nanti... untuk masa depan kita juga... Mama akan kembali, dan kita: Mama, Papa dan Saskia akan berkumpul lagi... Saskia sabar ya, Nak... Mama selalu berdoa semoga Saskia sehat selalu, tumbuh cerdas, cantik, sholehah, menyenangkan dan jadi kebanggaan Mama Papa... I love you, Saskia...
Friday, 9 July 2010
48 Tahun 10 Hari
Dua malam yang lalu nonton acara Mata Najwa di Metro TV. Biasanya gak pernah. Tapi karena sudah lihat iklan cuplikan acaranya beberapa hari sebelumnya, jadi sengaja kuingat2 jadwal acaranya dan luangkan waktu untuk menontonnya…
Bintang tamunya bapak mantan presiden kita BJ Habibie. Namun kali ini dia bukan bicara tentang teknologi ataupun politik melainkan tentang belahan jiwanya yaitu ibu Hasri Ainun yang telah lebih dulu meninggalkannya sekitar sebulan yang lalu. Sampai-sampai dia bilang separuh jiwanya telah pergi…
Beliau cerita dari awal mulanya kenal Bu Ainun waktu SMU, mereka cuma beda usia 1 tahun, tuaan Pak Habibie… 6 tahun kemudian tidak sengaja ketemu lagi di Bandung sepulangnya Pak Habibie dari Jerman, yang ketika itu usianya masih 24 tahun.. Ada komentarnya yang lucu, masa dibilangnya (ketika pertemuan itu) Bu Ainun jadi cantik, yang diibaratkannya dulunya gula jawa sekarang jadi gula pasir… weleh weleh pak.. gula jawa juga ga kalah manis sama gula pasir loh… Tapi emang iya Bu Ainun ini mudanya cantik deh… Kan ditampilin foto-fotonya tuh… Terlihat anggun, elegan n modern di jamannya… Pantesan Pak Habibie sampai jatuh hati gitu…
Terus ada sahabatnya yang komentar, Pak Habibie dulu pernah bilang, kalau dia gak mau meninggal duluan… Soalnya gak rela kalau nanti Bu Ainun menikah lagi sama orang lain… Haduh pak… bisa juga kepikiran begitu… hehehe.
Terus ada anaknya juga yang komentar, kalau ibunya itu sejak kecil membiasakan anak-anaknya untuk mandiri… Apalagi waktu tinggal di Jerman kan gak ada pembantu… Jadi anak-anaknya dibiasakan untuk cuci baju sendiri, bersihin kamar mandi, dsb… Bu Ainun juga masak sendiri… nyetir mobil sendiri… intinya beliau sangat mandiri dan disiplin…
Selanjutnya cerita bergulir tentang kenangannya bersama sang istri semasa hidup… Misalnya dulu waktu Pak Habibie masih jadi presiden RI, kalau mau ada sidang MPR, Bu Ainun akan membekalinya dengan secarik kertas berisi bacaan-bacaan ayat Al Qur’an, dan menyuruh Pak Habibie membacanya, tapi kalau gak sempet ya diselipin saja di kopiah… dan Bu Ainun di tempat yang lain akan membacakannya… Sedangkan Bu Ainun sendiri suka membaca Al Qur’an 1-2 juz setiap harinya…
Kenangan lainnya kesukaan Bu Ainun nonton sinetron Cinta Fitri… (halah ko kayak enyak babeh aja..) .. terus menularinya ke Pak Habibie… habis nonton dibahas bareng… hihihi lucu juga…
Kemudian kenangan ketika saat-saat terakhirnya, waktu Bu Ainun sudah kritis kondisinya… Bayangkan, 11 operasi dalam waktu 4 minggu alias 28 hari, plus 1 operasi seminggu kemudian… Dan Pak Habibie (bahasa lebaynya) tidak sedetik pun meninggalkan Bu Ainun di kamar RS nya… Sholat selalu bersama… Yang paling bikin terharu adalah doanya Pak Habibie itu lho… so touching…
Di acara ini jadi bisa lihat sisi melankolis dan romantisnya Pak Habibie. Bener-bener gak sangka… Hebatnya Pak Habibie sangat detail ceritanya, sampai-sampai dia ingat tanggal ketika pertama kali bertemu sepulang dari Jerman... ck ck ck... Ternyata memang dibalik orang (laki-laki) sukses ada wanita yang luar biasa… Dan 48 tahun 10 hari itu adalah lamanya waktu yang beliau habiskan bersama Bu Ainun…
Benar-benar kisah yang inspiratif… Semoga aku dan si Mas bisa seperti mereka…
Selamat jalan Bu Ainun… Pak Habibie yang sabar dan tabah ya… Semoga nanti Allah mempertemukan kalian kembali di surga-Nya… Amiin.
Thursday, 17 June 2010
Selamat Datang Saskia Cantiiik...
12 April 2010
Whoaaaa… akhirnya tiba hari yang ditunggu-tunggu.. Semaleman hampir ga bisa tidur… senang.. ga sabar.. cemas.. deg-degan.. rasanya hampir sama kayak waktu mau nikah dulu :P
Ya , akhirnya tiba juga saatnya untuk melahirkan melalui operasi.. Desperado untuk melahirkan normal.. Itu plasenta gak geser2 juga hingga minggu kemaren.. Ya sudahlah.. yang penting selamat semuanyaaa.. Pilih-pilih tanggal, menurut Pak Dokter setelah tanggal 9 itu sudah masuk cukup bulan.. Siiiip deeeh.. Secepatnya saja dikeluarkan lah… Selain karena udah ga sabar ya karena udah keberatan aja nih perut…
10-04-10… pas…angka cantik pula.. Tapi pas lihat kalender itu jatuhnya hari sabtu.. Yaaa ga jadi deh… Lho ko ga jadi..? Iya ga jadi soalnya enyak babeh ada kondangan.. *haiyahh* dobel pula.. ga enak kalau ga dateng, katanya… Ya sudah tanggal 11 aja kalau gitu.. Hohooo ternyata ga bisa juga karena e karenaaaa… ada kondangan jugaaaa… Hlaaaah… Lagi musim kawin yak…Iki piye tho.. Masa peristiwa maha penting ini kalah sama acara kondangan… huuuu cappeee deeeeh…
Alhasil keluarlah kesepakatan untuk dilahirkan pada tanggal 12.
06.00 am
Sudah sampai di RS Panti Wilasa Citarum. Masuk UGD. Ditimbang berat badan: 65 kg. Hloh ko bisa turun ya.. Minggu lalu masih 66,5 kg… Habis itu disuruh lepas semua perhiasan dan pakaian, dari mulai anting, gelang, cincin, jam tangan.. terakhir baju. Terus dipakaikan baju rumah sakit. Perasaannya waktu itu masih santai aja… Bahkan waktu susternya mencukur bulu kemaluan *ups* … tapi waktu mau pasang jarum infus… eh awalnya masih tenang deng… Cuma gara2 susternya salah nusuk.. jadi dag dig dug…
Duuh gimana ya nanti rasanya dioperasi… sakit gak yaa… bekas operasinya keliatan banget gak ya di perut… bayiku nanti gimana ya mukanya… normal gak ya bayiku…
Waaahh jantung ini rasanya berdegup kenceng… saking kencengnya sampai loncatannya keliatan di dada… hehe lebay ah…
07.00 am
Digiring ke ruang operasi… Tidak lupa Mas Yudha nitipin kamera ke yang bantuin operasi untuk diambil foto-fotonya… habisnya ga boleh nemenin siiih… Setelah dipindah ke meja operasi langsung ditinggal sendirian..
07.30 am
Dokternya belum dateng… Yaaaaah praktek atau operasi sama aja nih… ngareeet…. Padahal katanya mau mulai jam 07.30… Tik tok tik tok tik tok…
07.45 am
Dokter anestesi masuk… Ramah juga orangnya… ngajakin ngobrol mulu… supaya akunya rileks kali ya… disuntik di pinggang ternyata obat biusnya… daaaan… gak sampai 5 menit kemudian… hloh… kakiku ko udah ga bisa digerakin yaa… rasanya seperti kesemutan.. n tebal.. *apaan sih*
Aku gak merhatiin, ternyata dokter SPOG nya udah ada tho… perutku dibelah ga kerasa… cumaaa… pas aku lihat dinding keramik… kan ada pantulannya…hlah apa tuhh… perutku sudah berlumur darah… huaaaaaaaaaa….
Selanjutnya, sakit sih enggak... cuma mual n eneg aja... terutama pas perut terasa ditarik-tarik.. (waktu bayinya keluar)
Beberapa saat kemudian…
“Oeeeeee....”
“Oeeeeee....”
Alhamdulillah.... selesai...
Selesai???
Eits, belum ternyata... Tiba-tiba pak dokter bilang, "Eh ini ada myom di rahim kamu, diambil sekalian ya..." Hah? apa pula itu myom?? pernah dengar tapi gak tau pasti... seingatku semacam tumor jinak sepertinya... Hyaaah sudahlah, "ambil saja, dok..." Jadilah operasinya lanjut.. yang rencana cuma sekitar 20 menit jadi hampir 1 jam an… Alhamdulillah lagi… myom-nya di luar rahim.. Ini toh hikmahnya Allah memberiku kehamilan dengan placenta previa... mungkin kalau gak operasi cesar bisa jadi myomnya belum ketauan…
Disela operasi, setelah bayiku dibersihkan tentunya.. dibawa ke aku… dideketin ke mukaku… Kesan pertama: waaaaaah lucu, imut, bersih n terang warna kulitnya… dan yang lebih penting: Alhamdulillah normal… Nano-nano deh rasanya… Gak sabar pengen cepat-cepat nggendong..
Selamat datang Saskia cantiiiiiiiiik…
Tuesday, 15 June 2010
Saatnya Melamar Beasiswa
TOEFL di atas 550 sudah di tangan.. Sekarang saatnya melamar beasiswa.. Aku maunya ke Eropa. Kenapa..? Selain karena pendidikan di sana baik, alasan lainnya ya supaya bisa menjelajah ke negara-negara lainnya di benua itu..
Karena yang kucari jurusan di bidang sumber daya air, ada 2 beasiswa yang kutuju:
1. Stuned, untuk kuliah di UNESCO-IHE – Netherlands jurusan River Basin Development
2. VLIR-UOS, untuk kuliah di Katholieke Universiteit Leuven – Belgium jurusan Water Resources Engineering
Besar harapan untuk diterima di 2 beasiswa itu karena:
1. Stuned ada perjanjian kerja sama dengan instansi di mana aku bekerja sehingga setiap tahunnya Stuned memberi jatah kuota sebanyak 20 orang setiap tahunnya.. Dengan catatan daftarnya melalui instansi.. Dasar nasib pegawai yang ditempatkan di daerah, informasi macam itu ya selalu ketinggalan.. Jadilah aku daftar langsung, gak via instansi.. Kenapa besar harapan untk diterima..? Karena gak banyak rekan2 di instansiku yang bisa meraih skor TOEFL > 550, termasuk aku.. :D jadi kalau mau berjuang mati2an supaya bisa dapat ya berjuang TOEFL aja, begitu dapat, interview dari NESO sekedar formalitas aja.. Cuma susahnya ya TOEFL nya itu, harus keluarannya NESO.. Untuk yang tinggal di luar Jakarta dan Surabaya, jadi perlu effort khusus untuk mendapatkannya..
2. Beasiswa VLIR gak populer di Indonesia.. Lain halnya seperti beasiswa ADS, DAAD, Chevening, Stuned, Fullbright, atau Mon-busho.. Terbukti setiap aku bilang teman kalau aku daftar VLIR mereka akan balik bertanya ‘beasiswa apa tuh?’. Gak populer maka yang daftar gak banyak, yang artinya kesempatan untuk diterima juga besar. Ditambah lagi jurusan yang kutuju mayoritas peminatnya kaum pria, sementara beasiswa ini akan mengutamakan wanita jika ada 2 kandidat (1 pria dan 1 wanita) yang memiliki kualifikasi yang sama..
Catatan: mestinya diposting bulan maret nih
Karena yang kucari jurusan di bidang sumber daya air, ada 2 beasiswa yang kutuju:
1. Stuned, untuk kuliah di UNESCO-IHE – Netherlands jurusan River Basin Development
2. VLIR-UOS, untuk kuliah di Katholieke Universiteit Leuven – Belgium jurusan Water Resources Engineering
Besar harapan untuk diterima di 2 beasiswa itu karena:
1. Stuned ada perjanjian kerja sama dengan instansi di mana aku bekerja sehingga setiap tahunnya Stuned memberi jatah kuota sebanyak 20 orang setiap tahunnya.. Dengan catatan daftarnya melalui instansi.. Dasar nasib pegawai yang ditempatkan di daerah, informasi macam itu ya selalu ketinggalan.. Jadilah aku daftar langsung, gak via instansi.. Kenapa besar harapan untk diterima..? Karena gak banyak rekan2 di instansiku yang bisa meraih skor TOEFL > 550, termasuk aku.. :D jadi kalau mau berjuang mati2an supaya bisa dapat ya berjuang TOEFL aja, begitu dapat, interview dari NESO sekedar formalitas aja.. Cuma susahnya ya TOEFL nya itu, harus keluarannya NESO.. Untuk yang tinggal di luar Jakarta dan Surabaya, jadi perlu effort khusus untuk mendapatkannya..
2. Beasiswa VLIR gak populer di Indonesia.. Lain halnya seperti beasiswa ADS, DAAD, Chevening, Stuned, Fullbright, atau Mon-busho.. Terbukti setiap aku bilang teman kalau aku daftar VLIR mereka akan balik bertanya ‘beasiswa apa tuh?’. Gak populer maka yang daftar gak banyak, yang artinya kesempatan untuk diterima juga besar. Ditambah lagi jurusan yang kutuju mayoritas peminatnya kaum pria, sementara beasiswa ini akan mengutamakan wanita jika ada 2 kandidat (1 pria dan 1 wanita) yang memiliki kualifikasi yang sama..
Catatan: mestinya diposting bulan maret nih
Subscribe to:
Posts (Atom)